jump to navigation

Bloger Ngapak Goes to Kopdar KOBOYS September 30, 2011

Posted by Wong Banyumas in News.
19 comments


Habis Jumatan, tiba-tiba saja pengin ngebel Pak De. Gara-garanya Mas Bro Uung ngabari kalo besok bakal ke Jogja buat ikutan Kopdar KOBOYS. Week, kok aku kuper banget. Sampe nggak tahu kabar sepenting ini…? Dasar tukang ngeblog dengglungan..

Ya wis, singkat cerita, langsunglah tak pencet nomor dengan nama Maskurmambang. Jreng..jreng..jreng…Ternyata nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Di coba sekai lagi, si mba yang di dalam telpon keukeuh ngomong begitu. Yo wis, dari pada eyel-eyelan dengan si mba, akhirnay pilih cabut dengan vega merah. (lebih…)

OtomotifZone.com Tampil dengan Wajah Baru September 12, 2011

Posted by Wong Banyumas in News, OtomotifZone.com.
4 comments

otomotifzone barometer otomotif indonesia

Postingan ini masih terkait dengan perjanan kami ke Bandung. Bareng juragan Warung Motor, say akebetulan dapat undangan dari salah satu orang penting di IMI Jabar. Nggak tahu tujuannya apa ke sana, sampai kemudian kita ketemuan.

Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam, kami masih harus menunggu sekitar 5 jam tidur di dalam mobil, akhirnya kami bisa masuk ke sebuah rumah baru yang belum selesai di bangun. Dans ekita rpukul 07.00 pagi rasa penasaran saya terobati. (lebih…)

Mati Suri, dan Hidup Lagi Januari 14, 2011

Posted by Wong Banyumas in Modifikasi Motor, News.
12 comments

Wew…lama tak posting maupun komen, ternyata perkembangan Koboys sudah luar biasa. Malem ini buka lagi Koboys, ternyata anggotanya di Agregator sudah ada 40!!!! Berita kopdar di berbagai daerah ternyata juga sudah banyak diadain. Jiaann..ketinggalan jaman tenan ki..

Yo wis, kanggo anggota-anggota yang belum kenal, salam kenal semua sedulur. Semoga paseduluran Koboys terus  berlangsung.

Ngomong-ngomong tentang mati surinya WJSblog, semata-mata bukan disebabkan oleh alergi dengan internet, apalagi blog otomotif. Tapi lebih pada ketiban kerjaan yang bertubi-tubi, yang hampir menyita seluruh waktu saat malam tiba. Kalo siang si tetep. Berusaha menghidupkan Binter Merzy  1982 yang akhirnya sukses berreingkarnasi dengan warna baru Orange-Black. (Foto menyusul)

Si kuning juga sudah dioperasi menjadi si biru-putih dengan gaya japstyle yang lebih classic. Sedang dalam proses memperbesar kaki-kaki dan operasi jeroan menjadi full Tiger.

Begitu kabar sementara dari WJS blog. Rencananya, lagi pengin ngumpulin teman2 Koboys dalam Kopdar di Banyumas. Kalo rencana mulus, mungkin undangan akan segera menyusul buat masbro masbro semua….

Facelift Koboys dan Hilangnya Pakde November 27, 2010

Posted by Wong Banyumas in Lifestyle, News, Pernak Pernik.
18 comments
agregator koboys

Pakai nama bloger semua sekarang

Ada yang baru di KOBOYS.wordpress.com. Sore ini pas ngecek siapa aja yang update postingan, diriku dikejutkan dengan munculnya nama-nama para bloger penulis postingan. Hmmm…admin agregatornya rajin juga nich kayaknya. Sayang, orangnya tidak mau menunjukkan diri.. (kaburrrrr).

Tampilan baru ini membuat saya jadi tahu, ooo…pemilik blog ini ternyata namanya si anu, pemilik blog itu ternyata namanya si fulan. Nice trick lah masbro. Soalnya biasanya cuma tahu nama panggilannya atau bahkan kadang cuma tau nicknamenya ajah..

Satu lagi yang baru, bro Maskurmambang ternyata sudah tidak ada dalam list. Seingatku si udah beberapa hari ini kayaknya pakde ini menghilang dari list KOBOYS. Sudah ndak betahkah masbro? Atau ada alasan lain? Soalnya pas tak cek di Indomotoblog kayaknya masih ada tuch..he..he..he.. (Udu su’udzon yakin kang, kangen bae. Soale dari pada ngetik MASKURMAMBANG.WORDPRESS.COM kesuwen, mending langsung klik kanan neng agregator, lewih cepet)

agragator indomotoblog

di sini masih ada tuh..

Anyway busway (yang sering macet), sampai saat ini aku belum pernah pakai tu kaos KOBOYS. Soalnya belum ada moment yang pas untuk make baju kebesaran ini. Jadi ngiri sama temen2 di Jogja yang udah beberapa kali pamer bareng-bareng pakai baju ini.

Bukan Piala, Tapi Pengalaman November 14, 2010

Posted by Wong Banyumas in Lifestyle, Modifikasi Motor, News.
12 comments
Ebeg Wesi

Ini dia si Ebeg Wesi, karya Win's Paddock yang dibawa ke Bali

Sabtu (13/11) lalu dapet telpon dari Siswo Winoto. Doi ngabarin perjuangannya di Bali belum sukses. Gelar The Best Black Bike ternyata digondol modifikator Pekan Baru.

It’s OK bro, kadang kita memang nggak selalu menang dalam artian membawa pulang sebuah piala dan sertifikat serta uang pembinaan. Percaya dech, arti pemenang yang sebenarnya bukan sebatas itu. Tapi bagaimana kita bisa merebut hati penonton dan penikmat modifikasi tanah air. Piala adalah akibat. Sedang kreatifitas kita adalah sebabnya.

Ebeg Wesi

Bro Indra Nglembur ngrakit Ebeg Wesi

Jadi inget seminggu sebelumnya, ikut-ikutan mencurahkan energi untuk menggarap si Ebeg Wesi. Mulai dari konsep, penamaan sampai detil-detil kecil ikut cerewet ngasih masukan. Namun karena waktu yang terlalu mepet, alhasil finishing touchnya tidak maksimal.

Gotong royong naikin si Ebeg Wesi

Bayangin aja, rencana berangkat hari Rabu mundur terus. Akhirnya Kamis jam 14.00 baru bisa melesat dari markas Win’s Paddock di Pabuwaran. Edannya, ternyata pake kesasar di daerah Probolinggo lagi. Deg-degan dengerin perkembangan, takut nggak jadi ikut perform.

Begitu hari Jumat, ternyata seluruh sambungan komunikasi terputus. Hape Wiwin tak bisa dihubungi. Begitu pula dengan Agung dan Indra yang ikutan ke Denpasar. Kabar kekalahan sudah didapat hari Selasa lewat Anjar yang nungguin bengkel selama WP Family pergi.

Tapi it’s OK. Target awal kita sebenarnya adalah buat pamer pada orang-orang luar negeri. He..he..he… Jadi menjadi juara bukan tujuan utama. Dan Alhamdulillah target itu tercapai. Apalagi ternyata ada orang Deus Ex Machina yang nyempetin foto-foto si Ebeg Wesi. Yang keren nich, dia juga sempet ngasih undangan buat datang ke Canggu buat nonton acara Swap Meet #1. sayang, undangan itu tak bisa didatangi. Liputannya Deus Ex Machina bisa dilihat di sini

Deus Bali

Undangannya kayak Poster ini, plek..cuma lebih kecil

Tapi minimal, mereka sudah tahu seperti apa Win’s Paddock dan karyanya. Materi promosi yang aku lembur sama Agung juga diclose up sama si bule dari Deus Ex Machina itu katanya. Sayang seribu sayang, pas diajak ngobrol, Wiwin nggak ngeh sama bahasa londo Australi itu. Akhirnya cuma pakai bahasa isyarat dan bahasa Tarzan.

Anyway, meski tak membawa pulang piala, tapi pengalaman ikutan final battle Djarum Black Otomodify di Bali membawa banyak sekali pengalaman. dan aku yakin, ini bakal membuat Win’s Paddock makin baik di masa depan.

Oya, buat yang penasaran kayak apa keunggulan si Ebeg Wesi ini, bakalan saya kupas di postingan berikutnya….

Nonton Drag Bike Jetis sambil NgeTest Duo Beat November 14, 2010

Posted by Wong Banyumas in Lifestyle, News.
13 comments

Bingung mau posting apa. Banyak bahan buat tulisan, tapi foto belum pada ngumpul. Kalo nekat ditulis, takutnya dikira hoax. Akhirnya milih test ride duo Beat sebagai bahan tulisan.

Pantai Jetis

Duo Beat Berpose di Pantai Jetis. Sit suit.....

Ceritanya Minggu (8/11) lalu nonton drag bike di Jetis. Jiaannn…jebule tempate mblusuk ora karuan. Bayanganku, Jetis itu paling sekitar satu jam lah dari Purwokerto. Ternyata setelah dijalani, perjalanan sampai memakan waktu 1 jam 45 menit!!

Dari pada stress nggak nyampe-nyampe, sudah tanya sana-sini tapi was-was nyasar, akhirnya kita (saya, Uung Feri (OtomotifZone.com) dan  Kristiono (Radar Banyumas) sepakat buat nguji performa Honda Beat. Kebetulan kami bawa dua motor matic murmer dari Honda ini. Beat Hitam G 2560 WD punya Kristiono dan Beat Biru R 6084 ZT punya temennya bro Uung.

Aksi menjajal performa muncul setelah nanya tukang becak di perempatan Kroya. “Teksih ngetan terus, mangke belok kanan lurus,  belok kiri lurus terus kanan malih, lurus teras mas,” kata tukang becaknya. Jiaaahhh..kana-kiri-kanan, wah nggak jelas, pathokannya mana?

Dengan gaya sok tau, mas bro Uung langsung betot gas. Kukejar dengan santai, ternyata dia melesat sampai nggak kelihatan. Berasa mandan panas, aku yang boncengan sama Kris langsung betot gas. Baru ketemu lagi setelah 10 menit.!!!

“Ngapain bro ngebut bener,” protesku.
“Wakakakakakak. Nyoba performa motor bro. Cuma tembus 105 km/jam,’ katanya innocent. Oya, sebagai informasi, jalan yang kami lalui adalah jalan lintas selatan-selatan (JLSS) yang nyaris seperti jalan bebas hambatan. Mulusssss…tur bebas dari lalulalang orang nyeberang.

Setelah tanya tiga kali, akhirnya ketemulah lokasi Jetis drag bike Championship 2010. lokasinya di sini.Karena waktu yang sudah lumayan sore, kita cuma satu jam di lokasi. Ini bukti keberadaan kita di lokasi..

Siap-sia Start

Penontonnya membludagh

Paddocknya semrawudh..

Parkiran memanfaatkan halaman rumah penduduk

Habis ngambil gambar dan ketemu ketua panitia, kita langsung cabut ke pantai Jetis untuk mengabadikan moment kunjungan sekaligus menepis isyu hoax, he..he..he.. (sebenernya lebih tepatnya narsis)

Nampang Mode On...

Nggak banyak info yang bisa didapat dari internet tentang pantai Jetis ini. Di web resmi milik pemerintah kabupaten Cilacap, cuma ada begini : Pantai yang berbatasan langsung dengan obyek wisata Pantai Ayah Kebumen ini Terletak di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap bagian Timur menawarkan keindahan panorama ombak laut selatan dan pemandangan alam pegunungan serta keindahan arur Sungai Bodo. Pantai ini terletak + 40 km dari arah timur kota Cilacap, dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum melalui jalur selatan-selatan jurusan Cilacap – Jatijajar – Gombong . Pada objek wisata ini terdapat Tempat Pelelangan Ikan Nelayan Tradisional.

Ride under the Cloud

Well, perjalanan kami lanjut. Kali ini ngambil jalur JLSS murni, nggak pake belak-belok lewat desa seperti pas berangkat. Alhasil, jarak tempuh berkurang sekitar 30 menit. Jalur lebih muluss dan banyak pemandangan bagus. Mulai dari cewek2 cakep yang habis nonton drag bike sampai panorama sawah yang berpadu dengan langit biru. Sip pokoke..

Panorama Sawah, sayang banget untuk dilewatkan

Oya, mengenai performa Beat, overall, motor ini emang lumayan buat jalan jarak jauh. Aku yang biasa narik kopling dan nginjak presneleng lumayan kagok di 15 menit awal naik nich motor. Bawaanya pengin nekem (opo iki basa Indonesiane..?) rem terus yang tak kira kopling. Alhasil, berkali-kali motor hampir berhenti.

Konsumsi bensin lupa ngitungnya. Soalnya tujuan awal emang bukan buat ngetest performa motor. Tapi buat liputan.

NB : All Photo’s taken by Kristiono Hadi Pranoto (thank’s a lot bro..!!!)

%d blogger menyukai ini: