jump to navigation

UU No 20 Tahun 2009 dan Tantangan Kreatifitas Modifikator (1) Oktober 23, 2010

Posted by Wong Banyumas in Lady WJS, Modifikasi Motor, News.
trackback
Tiger WJS Style

Hasil Modifikasi khas Purwokerto (Ist Modification)

Purwokerto sudah banyak dikenal kalangan biker tanah air sebagai salah satu surganya otomotif. Meski hanya kota kecil, namun kota ini mampu menyejajarkan diri dengan kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya dalam hal kreatifitas dan perkembangan dunia otomotifnya.

Satu hal yang paling mewarnai dunia otomotif di Purwokerto adalah modifikasinya. Di kota mendoan ini, modifikator bertebaran di berbagai sudut kota. Pelanggan pun datang dari seluruh pelosok nusantara. West Jateng Style (WJS) adalah salah satu gaya modifikasi paling banyak dikenal di nusantara.

Namun pemberlakuan UU No 22 Tahun 2009 telah membawa kecemasan sendiri bagi kalangan modifikator di Purwokerto. Hal ini terungkap dalam diskusi dan sosialisasi UU tersebut beberapa bulan lalu di DD Cafe, Purwokerto.

Dalam diskusi yang digelar oleh Black car Community (BCC) Banyumas, Komunitas Jurnalis Otomotif Banyumas (KJOB) dan Polwil Banyumas ini, para modifikator mengeluhkan kakunya pasal-pasal yang mengatur modifikasi motor.

Crossover Supermoto dan Fighter

Crossover Supermoto dan Fighter (Billy Cuztom)

Ui, punggawa Evolution Young Street Custom mengaku tidak bisa membayangkan seandainya semua motor modifikasi ditangkapi di jalanan karena tak memiliki dokumen hasil uji petik Deperindag. “Itu sama saja mengebiri kreatifitas para modifikator di seluruh Indonesia dan mematikan jalan rejeki dan usaha kami-kami ini,” katanya saat maju ke depan forum.

Kegundahan sama juga diungkapkan Siswo Winoto. Pemilik rumah modifikasi Win’s Paddock yang kerap memilih aliran extreme ini mengaku bengkelnya kemungkinan bisa segera tutup jika aparat terkait terlalu kaku menerapkan kebijakan tersebut.

Low Rider Matic Fighter

Low Rider Matic Fighter(Win's Paddock)

Wiwin, demikian dia biasa disapa, juga mempertanyakan prosedur dan kesiapan pemerintah, jika uji petik, seperti yang disyaratkan undang-undang benar-benar akan dilaksanakan. “Kalau harus ke Deperindag di Jakarta, ya sama saja ini mematikan kreatifitas modifikator tanah air. Soalnya biayanya akan sangat besar,” kata modifikator yang sudah mengoleksi puluhan tropi tingkat nasional ini.

duckfighter

WP family and Duck fighter

Iis dari Ist Modification mengusulkan agar setiap pemerintah daerah diberi alat untuk melakukan pengujian. “Alat uji itu mesti terdapat di semua dinas yang menjadi kepanjangan tangan Deperindag,” usulnya.

Mercy Twin

Merzy bermesin L Twin kreasi bro Yusuf (Semangat Putra Motor)

Sementara itu, pihak Polwil Banyumas mengatakan bahwa aturan undang-undang dibuat untuk menertibkan. Tentunya demi keamanan dan kenyamanan aktifitas berkendara di jalan. Selain itu, aturan ini juga dibuat bukan untuk mematikan atau menghidupkan sebuah usaha otomotif.

SOsialisasi

Penjelasan dari Kabaglantas Polwil Banyumas

“Modifikasi bisa jalan terus kok. Tapi mesti sejalan dengan aturan. Caranya, pasti anda-anda lebih tahu bagaimana,” ujar Kabaglantas Polwil Banyumas, Kompol Arif Rahman memberikan jaminan.(bersambung)

All Photo taken by Chris HP

Komentar»

1. asmarantaka - Oktober 23, 2010

ah namanya Polisi dimana2 sama aja mas bro….intinya mau doi tuh motor kita standar..dan motor mereka full modif..ck..kc..ck
*Berbaju coklat berkepala anjing dan berbuntut babi:mrgreen:

Wong Banyumas - Oktober 25, 2010

wah, yang dikasih tanda aster (*) saya nggak ikut2 lah..ngeriiii…..

2. cak poer - Oktober 23, 2010

Hmm…. ya dulu pernah diceritain sama temen tntang masalah ini, berkarya terus aja bro selama peraturan ini blm dijalankan toh biasanya juga ‘anget2 kotoran ayam’, semoga menemukan jalan tengah yg terbaik, semangat!!

3. B.O.M - Oktober 23, 2010

hahahahahahahahahaha

4. A Seen - Oktober 25, 2010

modip jalan terus, ,kami dukung tentunya tetap memperhatikan aspek utilitas dan savety

Wong Banyumas - Oktober 25, 2010

SETUBUH…eeee..maksud saya SETUJU

5. tafridefraaz - Oktober 25, 2010

Sbg anak polisi saya tetep dukung modif yg fungsional
ada lampu utama, lampu rem, sein, plat nomor pkknya yg fungsional.
MEFRIK (Modern,Estetik,Fungsional,Rasional,Kreatif)

dhuwurs - Oktober 25, 2010

wah empluss detected..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: