jump to navigation

Batasi Motor Berdasar Nomor Polisi September 18, 2010

Posted by Wong Banyumas in News.
trackback

SOLO-Bagi para pemilik sepeda motor bersiap-siaplah menghafal nomor polisi masing-masing. Pasalnya, Pemkot Solo berencana akan memberlakukan pembatasan penggunaan sepeda motor berdasar nomor polisi. Rencananya nomor polisi setiap sepeda motor yang boleh berlalu-lalang di jalanan akan disesuaikan dengan tanggal kalender.

Metodenya dinamakan sistem genap-ganjil. Dalam konsep ini setiap angka terakhir di nomor polisi (nopol) akan disesuaikan dengan tanggal saat itu. Angka belakang nopol sepeda motor yang ganjil hanya boleh beroperasi saat tanggal ganjil. Demikian pula sebaliknya.

Nah, konsep tersebut kini tengah dimatangkan oleh pemkot. Jika rencana dan konsepnya sudah matang, rencananya sistem tersebut akan diberlakukan tahun depan.

Wali Kota Solo Ir Joko Widodo mengatakan, pemkot sendiri tidak akan gegabah dalam memberlakukan konsep ganjil-genap ini. Pasalnya, masih perlu dilakukan pengkajian terhadap dampak yang timbul dengan adanya kebijakan baru tersebut. “Sekarang ini sedang dalam proses kajian. Saya masih menunggu hasilnya,” ujarnya kepada Radar Solo kemarin (17/9).

Kajian sistem ganjil-genap ini melibatkan jajaran kepolisian dan dinas tata ruang kota. Di dalam kajian tersebut, akan dibahas masalah sanksi yang diberikan kepada pengguna sepeda motor yang melanggar. Juga waktu pelaksaanaan konsep ini. Menurutnya, Solo sangat siap jika konsep ganjil-genap diterapkan.

Penerapan konsep ini mendesak dilakukan mengingat jumlah pemakai maupun pemilik sepeda motor di kota ini bertambah setiap harinya. Sedangkan ruas jalan yang ada di Solo tidak bertambah. Hal ini dinilai tidak sebanding dan dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Menurut saya, Solo belum terlambat untuk mengatasi masalah transportasi,” tergasnya.

Selain menerapkan ganjil genap, rencananya pemkot akan mengeluarkan kebijakan siswa SMP dan SMA dilarang memakai kendaraan bermotor. Lalu, pemkot sendiri juga akan memberlakukan parkir yang mahal agar seseorang tidak menggunakan kendaraan pribadi melainkan beralih ke transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Semantara itu, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Solo Yosca Herman Sudrajat mengakui penerapan konsep ganil-genap bukan hal mudah. Pasalnya harus dilakukan kajian dan studi yang matang terlebih dahulu. Tujuannya, saat diterapkan nanti tidak menimbulkan masalah di lapangan. “Memberlakukan konsep ini bukan barang mudah. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam melakukan kajian,” terangnya.

Dari data yang dimiliki oleh dishub, setidaknya jumlah sepeda motor yang ada di Solo mencapai 257 per harinya. Jumlah tersebut semakin bertambah karena banyak masyarakat memilih dan membeli sepeda motor daripada menggunakan moda transportasi masal yang disediakan oleh pemkot.

Konsep gajil-genap ini merupakan solusi mengendalikan masalah trasportasi yang semakin semrawut setiap harinya. Pasalnya, jika tidak dibatasi pengguanaan kendaraan, maka dapat diprediksi lalu lintas di Solo akan macet karena banyaknya pengguna kendaraan bermotor. “Pemberlakuan genap ganjil secepatnya akan kami lakukan sembari menunggu hasil kajian terlebih dahulu,” terangnya. (rdo/nan)

Sumber : Radar Solo

Komentar»

1. cak poer - September 19, 2010

salam kenal dari banyumas juga, markasnya di mana nih? saya kedunguter-BMS bro

Wong Banyumas - September 19, 2010

Salam kenal juga Bro, Markas belum tetep. Sementara suka ngumpul di Ayam Goreng Tamansari di Karangwangkal..

2. Supra XX - September 19, 2010

masih lama…
mungkin tidak berlaku untuk plat luar kota
mungkin perlu beli motor lagi (yang platnya beda)

Wong Banyumas - September 19, 2010

Iyo Bro, ngumpulin duit dulu biar bisa beli motor dengan semua nomor akhir yang beda…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: