jump to navigation

Pembalap Warkop a.k.a Cafe Racer September 17, 2010

Posted by Wong Banyumas in Modifikasi Motor.
trackback

It started as an insult, but we took it as our badge of honor – the ‘Café Racer’. The ‘Coffee Shop Cowboy’. That was who we were and what we did.

We weren’t hooligans; we lived for motorcycles. Our idols on the track looked so good, and rode so beautifully; we could ride well too.

Some of us raced on the track, and some of us did really well, but none of us had money.

We would have been happy to be ‘real’ racers, but we had jobs, or worse. So we raced where we could, which was on the streets.

And if we didn’t race to the café’s, where were we to race?

It was where we were going. And we rode like hell to get there!

Most of us lived, a few of us died, and all of us crashed! We rebuilt our bikes, and made them lighter, lower, faster. And they looked a thousand times better. From the bikes we could afford, which were usually crap, we took off the heavy, and added light. We did our best to tune our engines, taking tips from the mags, and we read those magazines like bibles… they were worn to dust from so many hands.

Sometimes We were inside. It was no surprise, we were young, and we looked really good going fast. We loved our bikes then, and love them now.

And we’re proud to be Café Racer

http://www.caferacers.com/

Yups…Cafe Racer alias Pembalap cafe. Genre modifikasi ini kini tengah ramai dianut para modifikator tanah air dan seluruh dunia. Gak nanggung-nanggung, pabrikan-pabrikan mapan pun berlomba merefresh tampilan motor jagoan mereka dengan sentuhan modern.

Menurut sejarahnya, motor ini jamak digunakan para pemuda Inggris di tahun 30-an, saat motor sedang naik daun dan fasilitas jalan raya baru saja di bangun. Setelah jalan raya di bangun, kedai-kedai kopi (baca cafe) pun mulai bermunculan. Dengan sendirinya, para warga kelas menengah yang sudah menggunakan sepeda motor pun suka nongkrong di warung-warung kopi ini.
Mungkin karena bingung mau ngapain di warung kopi selain minum  kopi, mereka akhirnya mulai beradu kebut. Jalurnya dari satu cafe ke kafe lain. Hal inilah yang  membuat motor-motor yang digunakan akhirnya disebut sebagai aliran cafe racer. Yaitu karena digunakan buat balapan dari cafe satu sebagai titik start ke cade berikutnya sebagai titik finish.

Buat kamu yang pengin ber-Cafe Racer ria, simak nich yang mesti ada di motor kamu supaya dibilang cafe racer look a like.

Tangki
Biasanya punya bentuk dasar yang mirip satu sama lain. Yang paling kelihatan adalah bentuknya yang relatif lebih panjang. Beda satu motor dari satu pabrikan ke pabrikan lain bisanya terlihat dari lekukannya. Ada yang cenderung kotak, tapi ada juga yang cenderung membulat. Lekukan untuk tatakan paha juga kerap menjadi pembeda, selain tentunya juga logo perusahaan pembuatnya (he..he..he..)

Lampu
Almost of all cafe racer model mengaplikasikan lampu bunder tuh kayaknya.

Jok
Single seater dengan buntut tawon dan berbagai jenis derifatnya (turunannya).

Stang
Merunduk. Biasanya dipasang di bawah segitiga atas.

Footstep
Dipasang agak mundur ke belakang biar mempermudah gaya merunduk.

Knalpot
Biasanya dipasang agak mendongak ke atas

Speedometer
Terpasang menonjol di depan atas segitiga T atas.

Rem
Cakram rada gede di depan kayaknya makin tambah keren. Buat belakang, jenis drum brake alias teromol aja udah cukup.

Ban
Pengin kelihatan gagah, pasang aja tapak lebar.

Velg
Terserah mau pake jari-jari atau palang. Semuanya OK kok.

Dan beginilah beberapa tampilannya…..

This all photo taken from http://www.caferacers.com/ yang bener hattp://www.caferace.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: