jump to navigation

Antara Purwokerto Bandung dan Bus Euro 2 KW 9 September 8, 2011

Posted by Wong Banyumas in Umum.
trackback

Ngeblog maning….

Sederenge, kula sekanca nyuwun gungin samudra pangaksami kagem masbro-masbro sedaya ingkang sering kepanggih teng KOBOYS utawi Indomotoblog.

Setelah mati suri untuk kedua kalinya, kerinduan untuk menari-narikan jemari diatas keyboard ternyata tak tertahankan. Apalagi setelah ketemu dengan Cak Poer dan SMSan dengan Pak De Maskur. Tambah kepenginlah bertegur sapa dan berbagi info tentang dunia otomotif. Matur thankyou kagem Cak Poer dan Pak De.

Ceritanya saya kemarin nekat berebut jalan dengan para kaum urban yang ingin balik ke kota besar. Cuma saja saya motivasinya lain. Kalo mereka memang karena keharusan, saya hanya karena iseng. Kebetulan seorang teman di Bandung ngajak bertemu segi enam. Iya segi enam, soalnya yang datang enam orang dari enam kota berbeda.

macet

nggak bawa kamera, jadi ilustrasi macetnya dianggep seperti ini

Nah, perjalanan Purwokerto Bandung ternyata begitu penuh cerita. Dari mulai macet dari Ciawi-Nagreg, ditinggal saat ngantri wudlu, sampai lihat ‘iblis’ masuk masjid. Tapi dari sekian banyak, yang paling bikin kesel dan tentu saja ada kaitannya dengan otomotif beberapa bus yang di kaca depan dan sampingnya tertera gede-gedean EURO 2.

Ini bukan tersangkanya mas bro, cuma ilustrasi sajah

Bukan apa-apa, meski nempel dengan begitu semangat, tapi pas nyalip, asap tebal yang saya yakin banget nyemburin Nox dan COx keluar dalam jumlah sangat banyak. Kita (juragan warung, juragan pedang dan saya sendiri) yang lagi asyik-asyiknya menikmati hawa Tasik yang sejuk tentu saja langsung misuh-misuh.

Asepnya lebih tebel dan hitam dari ini

“Tulisannya saja gede banget EURO 2, taunya mesinnya masih Euro -6″ teriak kami kompak. Anehnya, ternyata nggak hanya satu dua bus yang kondisinay seperti itu. Meskipun bodynya mengkilap dan aduhay, tapi tetep, asepnay ngebul menghitam. Euro 2 tinggal pajangan saja.

Berdasarkan searching, saya nyantol di pangkalan ojegnya mak Bedunduk. Baru tahu ternyata kalo standar Euro 2 itu sejatinya emang udah ketinggalan jaman. Wong di Eropa sana penerapannya tahun 2005 lalu. Sementara di sini, sekarang kita baru nyentuh Euro 3. Itupun masih belum bisa terealisir karena berbagai faktor yang merintangi. Koyo to, mutu BBM, kebijakan pemerintah yang kurang tegas, mental masyarakat dan aparat dan tentu saja kesadaran yang sangat minim.

Yang ini juga cuma ilustrasi, bukan pelaku sebenarnya

Pertanyaanya kemudian, sudah ketinggalan aja masih belum bisa melaksanakan sesuai aturannya/.

OK lah, kita ini memang negara yang seneng dengan pencitraan, tapi mbok yao, kalo mesin masih standar Euro – (min) 6, yo ojo ditempeli Euro 2. Adoh banget rek mlumpate. Malah ngisin-isini. Nambaih wirang, nek wong Indonesia itu pancen doyan nglombo.

Komentar»

1. bennythegreat - September 8, 2011

Ngati ati nek nyalip…bis ora iso ngerem mndadak

2. dany :) - September 9, 2011

io…senggol sitik ngglempang…
Eurone ge gawe kesan :lol:

3. Juragan Warung - September 9, 2011
4. triclaksono - September 9, 2011

bener itu.. euro 2 kw 9.. ikut ketawa aja kang :mrgreen: .. btw salam kenal kang


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: